Dalam tugas kedua tentang ulasan
pengusaha yang sukses. Saya akan memberi
ulasan seorang pengusaha sembako, yang
bernama Suroto. Ia lahir di Solo pada tanggal 4 April 1972, merupakan anak
pertama dari tiga bersaudara. Pada saat kecil ia bercita – cita ingin menjadi
seorang Presiden. Namun karena tidak memiliki ijazah yang tinggi, maka pada
akhirnya beliau memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha sembako yang berada
di Bekasi. Awal mula beliau merintis karirnya, sehabis lulus jenjang SMA ia
memberanikan diri untuk merantau ke Jakarta bersama ketiga temannya. Tempat
yang mereka tuju adalah Depok. Tepatnya di Jalan Margonda Raya. Pada tahun 1989
mereka bertiga mencoba bekerja menjadi
buruh di sebuah pabrik ciki. Tetapi mereka bertiga bekerja disana hanya
berjalan 2 tahun, karena pabrik tersebut terbakar. Setelah pabrik tersebut
terbakar, mereka bertiga masih mencari pekerjaan lagi. Namun kedua temannya
memutuskan untuk pulang kembali ke Solo dan ingin memulai karirnya disana.
Tetapi lain halnya dengan bapak Suroto. Beliau memilih untuk tetap tinggal di
Jakarta, karena beliau memiliki keyakinan yang kuat akan berhasil jika tetap di
Jakarta.
Pada tahun 1991 ia kembali
merantau. Tetapi bukan di daerah Depok, melainkan di daerah Pondok Gede,
Bekasi. Disana ia bekerja sebagai kuli bangunan selama 6 bulan. Setelah 6 bulan
berlalu, beliau menginginkan pekerjaan yang lain. Dan ia memutuskan untuk
berhenti menjadi kuli bangunan, dan memilih pekerjaan yang baru sebagai penjaga
toko di Pondok Gede. Selain menjadi
penjaga toko, beliau sudah memulai usaha sembako yang masih kecil – kecilan. Usaha kecil – kecilan
yang dibangunnya bermodal 5jt. Jadi di pagi hari beliau bekerja sebagai penjaga
toko dan di malam hari beliau menjaga usaha yang sedang dibangunnya sendiri. Ia
menjalani pekerjaan sebagai penjaga toko hanya berlangsung selama 12 tahun.
Setelah itu ia mencoba menekuni usahanya sendiri.
Pada awal tahun 1995 beliau menemukan
pasangan hidupnya. Tak lama setelah menikah, mereka langsung dikaruniai seorang
anak perempuan. Mereka tinggal di Pondok Gede, Bekasi. Kemudian pada tahun
2002, usaha sembako yang ditekuninya itu
sudah mulai berkembang dengan baik. Ia
memilih usaha tersebut karena menurutnya prospek usaha untuk kedepannya
sangatlah baik. Pada tahun 2004 usahanya sudah semakin meningkat, itu terbukti
karena yang tadinya hanya sebuah toko klontong dan sekarang sudah berkembang
menjadi sebuah agen sembako. Sekarang
beliau tidak lagi mengurus usahanya itu sendiri, sekarang beliau telah memiliki
6 karyawan. Beliau memperoleh keuntungan setiap bulannya mencapai 10 juta
rupiah. Beliau sangat senang menjalani pekerjaannya sekarang, karena dengan
usahanya sekarang Ia dapat menyekolahkan kedua anaknya dan dapat menyenangkan
orangtuanya. Selain itu ia juga bangga karena dapat memperkerjakan orang ,
dengan cara tersebut ia dapat membantu orang itu. Tetapi usaha bapak Suroto
tidak selalu berjalan mulus, beliau pernah mengalami pasang surut dalam
usahanya tersebut. Ia pernah mengalami kerugian karena harga barang sembako
yang sedang naik turun.
Selama menjalani usaha sembako,
bapak Suroto juga merintis usaha bakso. Usaha bakso yang dijalaninya juga sudah berkembang dengan baik. Meskipun usaha sembako dan bakso nya belum memiliki cabang,
tetapi beliau sudah mendapatkan peghasilan yang cukup banyak perbulannya. Sampai sekarang ia masih tetap turun tangan di toko sembakonya walaupun disana sudah ada karyawan. Dan hingga saat ini ia tidak pernah menyesal menjadi seorang wirausaha dan tidak lupa selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepadanya.
yaaa... sekian ulasan pengusaha sukses dari Bapak Suroto, semoga bermanfaat bagi yang baca yaa hehehe..^^

No comments:
Post a Comment