Wednesday, October 8, 2014

ulasan pengusaha yang sukses




Dalam tugas kedua tentang ulasan pengusaha yang  sukses. Saya akan memberi ulasan  seorang pengusaha sembako, yang bernama Suroto. Ia lahir di Solo pada tanggal 4 April 1972, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Pada saat kecil ia bercita – cita ingin menjadi seorang Presiden. Namun karena tidak memiliki ijazah yang tinggi, maka pada akhirnya beliau memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha sembako yang berada di Bekasi. Awal mula beliau merintis karirnya, sehabis lulus jenjang SMA ia memberanikan diri untuk merantau ke Jakarta bersama ketiga temannya. Tempat yang mereka tuju adalah Depok. Tepatnya di Jalan Margonda Raya. Pada tahun 1989 mereka bertiga mencoba  bekerja menjadi buruh di sebuah pabrik ciki. Tetapi mereka bertiga bekerja disana hanya berjalan 2 tahun, karena pabrik tersebut terbakar. Setelah pabrik tersebut terbakar, mereka bertiga masih mencari pekerjaan lagi. Namun kedua temannya memutuskan untuk pulang kembali ke Solo dan ingin memulai karirnya disana. Tetapi lain halnya dengan bapak Suroto. Beliau memilih untuk tetap tinggal di Jakarta, karena beliau memiliki keyakinan yang kuat akan berhasil jika tetap di Jakarta.

Pada tahun 1991 ia kembali merantau. Tetapi bukan di daerah Depok, melainkan di daerah Pondok Gede, Bekasi. Disana ia bekerja sebagai kuli bangunan selama 6 bulan. Setelah 6 bulan berlalu, beliau menginginkan pekerjaan yang lain. Dan ia memutuskan untuk berhenti menjadi kuli bangunan, dan memilih pekerjaan yang baru sebagai penjaga toko di Pondok Gede.  Selain menjadi penjaga toko, beliau sudah memulai usaha sembako yang masih kecil – kecilan. Usaha kecil – kecilan yang dibangunnya bermodal 5jt. Jadi di pagi hari beliau bekerja sebagai penjaga toko dan di malam hari beliau menjaga usaha yang sedang dibangunnya sendiri. Ia menjalani pekerjaan sebagai penjaga toko hanya berlangsung selama 12 tahun. Setelah itu ia mencoba menekuni usahanya sendiri.

Pada awal tahun 1995 beliau menemukan pasangan hidupnya. Tak lama setelah menikah, mereka langsung dikaruniai seorang anak perempuan. Mereka tinggal di Pondok Gede, Bekasi. Kemudian pada tahun 2002, usaha sembako  yang ditekuninya itu sudah mulai berkembang dengan baik.  Ia memilih usaha tersebut karena menurutnya prospek usaha untuk kedepannya sangatlah baik. Pada tahun 2004 usahanya sudah semakin meningkat, itu terbukti karena yang tadinya hanya sebuah toko klontong dan sekarang sudah berkembang menjadi  sebuah agen sembako. Sekarang beliau tidak lagi mengurus usahanya itu sendiri, sekarang beliau telah memiliki 6 karyawan. Beliau memperoleh keuntungan setiap bulannya mencapai 10 juta rupiah. Beliau sangat senang menjalani pekerjaannya sekarang, karena dengan usahanya sekarang Ia dapat menyekolahkan kedua anaknya dan dapat menyenangkan orangtuanya. Selain itu ia juga bangga karena dapat memperkerjakan orang , dengan cara tersebut ia dapat membantu orang itu. Tetapi usaha bapak Suroto tidak selalu berjalan mulus, beliau pernah mengalami pasang surut dalam usahanya tersebut. Ia pernah mengalami kerugian karena harga barang sembako yang sedang naik turun.

Selama menjalani usaha sembako, bapak Suroto juga merintis usaha bakso. Usaha bakso yang dijalaninya juga sudah berkembang dengan baik. Meskipun usaha sembako dan bakso nya belum memiliki cabang, tetapi beliau sudah mendapatkan peghasilan yang cukup banyak perbulannya. Sampai sekarang ia masih tetap turun tangan di toko sembakonya walaupun disana sudah ada karyawan. Dan hingga saat ini ia tidak pernah menyesal menjadi seorang wirausaha dan tidak lupa selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepadanya.

yaaa... sekian ulasan pengusaha sukses dari Bapak Suroto, semoga bermanfaat bagi yang baca yaa hehehe..^^

No comments:

Post a Comment