Wednesday, December 24, 2014

“DINAMIKA KONFLIK DALAM ORGANISASI & TEKNIK PENGENDALIAN DALAM MANAJEMEN”

MAKALAH
PENGANTAR MANAJEMEN

“DINAMIKA KONFLIK DALAM ORGANISASI
&
TEKNIK PENGENDALIAN DALAM MANAJEMEN”





KELOMPOK 6
NAMA KELOMPOK :
1.    ILLA PERTIWI (25214202)
2.    AJENG BUDI MUTIARA S (20214651)
3.    TITA INDRIANA (2A214785)
4.    ARUM FATIMAH (21214693)
5.    ANESWARI ENDAH (21214183)
6.    AZHELIA SYAFIRA (21213456)
7.    ZAIRINA RAFANI (2C214640)
8.    CHINDY DAFAESTI (22214350)

KELAS                                   : 1EB38
JURUSAN                             : AKUNTANSI
FAKULTAS                          : EKONOMI
DOSEN                                  : IMMI FISKA  



BAB DINAMIKA KONFLIK DALAM ORGANISASI

1.    Pengertian Konflik
Secara bahasa konflik berasal dari bahasa latin configure yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Pengertian lain konflik menurut beberapa ahli antara lain:

a)      Taquiri (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
b)      Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
c)       Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
d)     Muchlas (1999), konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi.

2.    Perubahan pandangan tentang konflik
a)      Persepsi                       : konflik ada karena persepsi berbeda dari pihak – pihak yang bersangkutan.
b)      Pertentangan               : konflik timbul karena adanya pertentangan kepentingan.
c)       Kelangkaan                : konflik terjadi karena sumber – sumber adanya tidak tak – terbatas.
d)     Blokade                       : konflik didorong oleh perilaku suatu pihak yang memblokir pencapaian tujuan dari pihak lain.
e)      Perbedaan cara            : konflik juga bisa terjadi karena perbedaan cara untuk mencapai tujuan yang sama.

3.    Jenis – jenis Konflik  :
a)      Personrole conflict : konflik peranan yang terjadi didalam diri seseorang. Konflik ini pada hakekatnya meminta kesadaran orang untuk menaati peraturan yang ada atau memerlukan kesetiaan orang pada organisasi.
b)      Inter-role conflict : konflik antar peranan, yaitu persoalan timbul karena satu orang menjabat satu atau lebih fungsi yang saling bertentangan. Konflik ini dapat dihindari dengan mendefinisikan kembali tugas yang terlebih dahulu telah dispesialisasikan dan dialokasikan pada seorang tertentu sehingga akibat negative dwi fungsi diminimumkan.
c)      Intersender conflict : konflik yang timbuk karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang. Ini dapat dihindari dengan memperlakukan sama bagi semua pihak-pihak yang berkepentingan.
d)     Intrasender conflict : konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan.

Lima Jenis Konflik (menurut pihak – pihak saling bertentangan):
  • Konflik dalam diri individu
    Yang terjadi bila seseorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya.
  • Konflik antar individu dalam organisasi yang sama,
    Dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan kepribadian.
  • Konflik antar individu dan kelompok.
    Yang berhubungan dengan individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka.
  • Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
    Karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok. 
  • Konflik antar organisasi
    Yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam system perekonomian suatu Negara.

4.    Metode – Metode pengolahan
Mengendalikan konflik berarti menjaga tingakat konflik yang kondusif bagi perkembangan organisasi sehingga dapat berfungsi untuk menjamin efektivitas dan dinamika organisasi yang optimal. Namun bila konflik telah terlalu besar dan disfungsional, maka konflik perlu diturunkan intensitasnya, antara lain dengan cara :
1.      Mempertegas atau menciptakan tujuan bersama. Perlunya dikembangkan tujuan kolektif di antara dua atau lebih unit kerja yang dirasakan bersama dan tidak bisa dicapai suatu unit kerja saja.
2.      Meminimalkan kondisi ketidak-tergantungan. Menghindari terjadinya eksklusivisme diatara unit-unit kerja melalui kerjasama yang sinergis serta membentuk koordinator dari dua atau lebih unit kerja.
3.      Memperbesar sumber-sumber organisasi seperti : menambah fasilitas kerja, tenaga serta anggaran sehingga mencukupi kebutuhan semua unit kerja.
4.      Membentuk forum bersama untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah bersama. Pihak-pihak yang berselisih membahas sebab-sebab konflik dan memecahkan permasalahannya atas dasar kepentingan yang sama.
5.      Membentuk sistem banding, dimana konflik diselesaikan melalui saluran banding yang akan mendengarkan dan membuat keputusan.
6.      Pelembagaan kewenangan formal, sehingga wewenang yang dimiliki oleh atasan atas pihak-pihak yang berkonflik dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan perselisihan.
7.      Meningkatkan intensitas interaksi antar unit-unit kerja, dengan demikian diharapkan makin sering pihak-pihak berkomunikasi dan berinteraksi, makin besar pula kemungkinan untuk memahami kepentingan satu sama lain sehingga dapat mempermudah kerjasama.
8.      Me-redesign kriteria evaluasi dengan cara mengembangkan ukuran-ukuran prestasi yang dianggap adil dan acceptable dalam menilai kemampuan, promosi dan balas jasa.

5.    Konflik struktural
Dalam organisasi klasik ada empat bidang structural dimana konflik sering terjadi:
A. Konflik hirarkis,yaitu konflik antara berbagai tingkatan organisasi
B. Konflik fungsional,yaitu konflik antara berbagai departemen fungsional organisasi.
C. Konflik lini-staf,yaitu konflik antar lini dan staf.
D. Konflik formal – informal,yaitu konflik antara organisasi formal dan informal.

6.    Konflik Lini dan Staf
Konflik lini dan staff adalah konflik antara lini dan staff yang berhubungan dengan wewenang atau otoritas kerja. Contoh konflik: Karyawan staff secara tidak formal mengambil wewenang yang berlebihan. Konflik Lini dan Staff ini adalah konflik yang sering terjadi di dalam organisasi, biasanya konflik ini terjadi karena perbedaan pandangan para anggota Lini dan Staff.
a)      Menurut pandangan Lini
Para anggota Lini sering memandang para anggota staff sering melangkahi wewenang.
Staff tidak memberikan nasehat yang bermanfaat.
Staff sering menumpang kebehasilan Lini.

b)      Menurut pandangan Staff
Lini kurang memanfaatkan staff.
Lini menolak gagasan-gagasan baru dari anggota staff.
Lini memberi wewenang terlalu kecil kepada staff.

7.    Penanggulangan Konflik Lini dan Staff
a)      Manajemen puncak harus secara jelas menyampaikan delegasi departemen-departemen staff.
b)       Tanggung jawab lini dan staff harus jelas / diperjelas.
c)       Mengintegrasikan kegiatan-kegiatan lini dan staff.
d)     Mengajarkan lini untuk menggunakan staff.




Bab Peran dan Teknik Pengendalian dalam Manajemen

1.    PENGERTIAN PENGENDALIAN
Pengendalian merupakan salah satu bagian dari manajemen. Pengendalian dilakukan dengan tujuan supaya apa yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga dapat mencapai target maupun tujuan yang ingin dicapai. Pengendalian memang merupakan salah satu tugas dari manager.
Pengendalian juga dapat diartikan sebagai bagian dari pengetahuan perilaku terapan (applied behavioral science) yaitu berbagai cara melakukan mengenai cara menjalankan dan mengendalikan perusahaaan atau organisasi yang dianggap baik. Yang dimaksud  dari “Dianggap baik” yaitu :
Ø  Tolak ukur kinerja yang mencerminkan perusahaan / organisasi yang berjalan secara efisien, efektif dan produktif.
Ø  Apresiasi kepada sumber daya yang dimiliki perusahaan organisasi.

Alasan  melakukan pengendalian/pengawasan adalah :
  • Kemungkinan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan perencanaan.
  • Kemungkinan terjadinya kesalahfahaman pihak perencana dan pelaksana.
  • Kemungkinan kurangnya penjabaran pekerjaan.
  • Kemungkinan bawahan kurang menguasai pekerjaan.

Pengendalian memiliki beberapa tujuan :
·         Supaya proses pelaksanaan dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari rencana.
·          Melakukan tindakan perbaikan, jika terdapat penyimpangan-penyimpangan.
·         Supaya tujuan yang dihasilkan sesuai dengan rencananya.
Pengendalian bukan hanya untuk mencari kesalahan-kesalahan, tetapi berusaha untuk menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan serta memperbaikinya jika terdapat kesalahan.
Jadi pengendalian dilakukan sebelum proses, saat proses, dan setelah proses, yakni hingga hasil akhir diketahui. Dengan pengendalian diharapkan pemanfaatan unsur-unsur manajemen efektif dan efisien.

Eleman-elemen System Pengendalian:
·         Pelacak ( Detector) atau sensor, sebuah perangkat yang mengukur apa yang sebenarnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.
·         Penaksir ( assessor), suatu perangkat yang menentukan signifikasi dari peristiwa actual dengan membandingkanya dengan bebrapa standar atau ekspetasi dari yang sebenarnya terjadi.
·         Effektor, suatu perangkat yang sering disebut feedback yang mengubah perilaku jika assessor mengindikasikan kebutuhan yang dipenuhi.
·         Jaringan komunikasi, perangkat yang meneruskan informasi antara detector dan assessor dan antara assessor dan effektor.

Jadi pengendalian dapat diartikan sebagai sebuah system yang terdiri dari beberapa sistem yang saling berhubungan untuk membantu manajemen suatu organisasi/perusahaan untuk mencapai tujuannya melalaui strategi tertentu secara efisien dan efektif dan mencegah adanya penyimpangan atau  setidaknya memperkecil kesalahan yang mungkin akan terjadi

2.      JENIS-JENIS PENGENDALIAN

1.Pengendalian Pendahuluan
Pengendalian ini memastikan bahwa sebelum kegiatan dimulai, maka sumber daya manusia, bahan dan modal yang diperlukan sudah dianggarkan sehingga bilamana kegiatan dilakukan, maka sumber daya tersebut tersedia, baik menyangkut jenis, kualitas, kuantitas, maupun sesuai dengan kebutuhan.

2. Pengendalian Bersamaan
Dalam hal ini, manajer melakukan fungsi pengarahan kepada pekerjaan bawahannya. Pengarahan yang dimaksud, yaitu melalui tindakan ketika mereka memberikan instruksi kepada bawahan dalam berbagai metode dan prosedur yang layak serta mengawasi pekerjaan bawahan untuk menjamin supaya pekerjaan dikerjakan dengan baik.
3. Pengendalian Umpan Balik
Sistem pengendalian umpan balik biasanya berfokus pada hasil-hasil akhir sebagai dasar perbaikan berbagai tindakan masa depan. Metode umpan balik yang dipakai dalam bisnis meliputi analisis laporan keuangan, pengendalian kualitas, dan evaluasi kinerja karyawan.




3.      PROSES PENGENDALIAN
Menurut Robbins dan Coulters, proses pengendalian terdiri dari 4 aktifitas yaitu:
·         Penetapan tujuan (goal setting)
·         pengukuran (measuring)
·         membandingkan kinerja actual dengan standar kinerja (comparing actual permfomance against standard)
·         tindakan manajerial (managerial action).

Penetapan tujuan diawali dengan adanya penetapan terlebih dahulu berbagai tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan, strategi untuk mencapai tujuan tersebut sampai penentuan anggaran yang menunjukan rencana alokasi masing-masing sumber daya organisasi perusahaan dalam menunjang pencapaian tujuan.
Pengukuran merupakan penetapan satuan numeric terhadap suau objek yang di ukur. Aktifitas pengukuran menyangkut 2 hal :
·         Pengukuran berkaitan dengan apa yang di ukur.
·         Pengukuran berkaitan dengan bagaimana pengukuran dilakukan.

Membandingkan merupakan proses membandingkan kinerja actual dengan starndard kinerja dan berbagai tujuan yang telah ditetapkan tujuan maupun standard ditetapkan pada tahap perencanaan (planning).
Tindakan managerial langkah terakhir dari proses pengendalian adalah melakukan evaluasi terhadap kinerja yang dicapai organisasi secara keseluruan maupun pencapaian kinerja individu

4.      KARAKTERISTIK PENGENDALAIN YANG EFEKTIF
         berawal ketika director mencari informasi tentang aktivitas, director ini dapat berupa system informasi baik formal maupun informal, yang menyediakan informasi kepada pimpinan mengenai apa yang terjadi di dalam suatu aktifitas.
         Setelah informasi diperoleh , aktifitas yang terekam di dalamnya dibandingkan dengan   standart atau patokan berupa criteria mengenai apa yang seharusnya dilaksanakan dan seberapa jauh juga pembenaran.
         Proses perbaiakn dilaksanakan oleh efektir, sehingga penyimpangan-penyimpangan diubah agar kegiatan kembali mengikuti criteria yang telah ditetapkan.
         Begitulah propses pengendalian manajemen , dinamis dan berkelanjutan.





5.      PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN
Tidak ada sistem yang baik dan buruk , yang ada adalah suatu desain system pasfit dengan lingkinagn bisnis yang dihadapi oleh organisasi. Suatu system dengan lingkunagn tempat system tersebut digunakan untuk menjadikan system tersebut efektif untuk menjalankan bisnis dilingkungan tersebut. Oleh karena itu mendesain system pengendalian manajemen, karakteristik lingkungan bisnis yang dimasuki oleh organisasi merupakan dasar untuk mendesain system tersebut. Pendekatan penyusunan system seperti itu disebut Contingency Approach.
Lingkungan bisnis ibarat suatu territorial, untuk menjelajahi diperlukan suatu peta. Peat yang menggambarkan lingkungan bisnis yang dihadapi oleh manajemen disebut paradigma the way we see the world. Paradigm tertentu kita memandang dunia yang dihadapi, dan denagn paradigma ini kita bersikap dan bertindak. Serta berdasarkan paradigma tersebut kita mendesain system suatu alat yang kita digunakan untuk mengorganisasikan berbagai sunber daya untuk mewujudkan system.
6.      PENGENDALIAN KEUANGAN
Laporan keuangan
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
·         Neraca
·         Laporan laba rugi
·         Laporan perubahan ekuitas
·         Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
·         Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
        Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.
Laporan keuangan digunakan untuk menelusuri nilai uang dari barang atau jasa yang masuk kedalam dan luar organisasi. Laporan memberikan sarana untuk memonitori tiga kondisi utama keuangan,yaitu:
1. Likuiditas yaitu kemampuan mengubah aktiva menjadi uang tunai agar dapat memenuhi kebutuhan jangka pendek.
2. Kondisi umum keuangan yaitu keseimbangan jangka panjang antara utang fan kekayaan.
3. Profitabilitas yaitu kemampuan untuk mendapatkan laba secara kurun waktu yang panjang.


7.      METODE PENGENDALIAN ANGGARAN
Anggaran adalah laporan kuantitatif formal mengenai sumber daya yang disisihkan untuk melaksanakan aktivitas yang telah direncanakan selama jangka waktu tertentu. Anggaran dapat dinyatakan dalam bentuk uang yang mudah digunakan dalam berbagai kegiatan aktivitas organisasi atau perusahaan. Aspek keuangan dari anggaran dapat memberikan informasi secara langsung mengenai modal dan laba. Anggaran juga dapat menetapkan standar prestasi kerja yang jelas dan tidak meragukan untuk jangka waktu tertentu.
Proses pembuatan anggaran dimulai ketika manajer menerima ramalan ekonomi serta pemnjualan penjualan dan laba untuk tahun mendatang dari manajemen puncak, bersama dengan jadwal kapan dengan pengukuran harus diselesaikan. Selama proses penjualan anggaran ketika sumber daya tang terbatas milik perusahaan dialokasikan, manajer mungkin merasa khawatir bawha mereka tidak mendapat bagian yg adil.
Berikut adalah berbagai macam anggaran :
  1. Anggaran operasi
Menunjukan barang dan jasa yang diperkirakan akan dikonsumsi oleh perusahaan selam  periode anggaran .
  1. Anggaran keuangan
Menyatakan secara rinci uang yang akan dikeluarkan oleh perusahaan selama periode yang sama dan darimana asal uang tersebut.

8.      JENIS-JENIS ANGGARAN
      Pengertian anggaran (budget) ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan perusahaan, dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang (Munandar, 1986).
  1. Anggaran Penjualan
Anggaran penjualan merupakan suatu penentuan jumlah unit penjualan yang diperkirakan akan dijual di dalam suatu perusahaan untuk periode yang akan datang. Pada umumnya anggaran penjualan ini akan menyebutkan jumlah unit yang dijual serta harga jual per unit produk tersebut untuk masing-masing daerah penjualan yang ada. Dengan demikian, maka dari anggaran penjualan yang disusun tersebut akan dapat diketahui proyeksi penerimaan pendapatan perusahaan dari penjualan produk serta jumlah unit untuk masing-masing jenis produk yang dijual.
     Untuk menyusun anggaran penjualan ini perlu disusun peramalah penjualan perusahaan dengan mempergunakan model yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi dari penjualan produk perusahaan. Beberapa model yang dapat dipergunakan untuk mengadakan penyusunan anggaran penjualan produk perusahaan ini antara lain model trend pangkat tunggal, tren pangkat dua, regresi, dan lain-lain.



  1. Anggaran Produksi
Anggaran produksi dapat disusun setelah mengetahui berapa besar rencana penjualan untuk masing-masing produk. Rencana penjualan ini dapat dilihat dalam anggaran penjualan. Berdasarkan rencana penjualan yang telah tersusun tersebut serta dengan mempertimbangkan perubahan persediaan produk akhir yang ada , maka anggaran produksi akan dapat disusun.
Di dalam menyusun anggaran produksi bulanan, maka akan dikenal penerapan dari pola produksi yang ada di dalam perusahaan. Di dalam pemilihan pola produksi untuk perusahaan, maka manajeen selayaknya mempertimbangkan berbagai macam faktor yang berhubungan dengan biaya –biaya yang harus menjadi tanggungan perusahaan apabila perusahaan tersebut memilih salah satu dari pola produksi tersebut. Sebagaim mana diketahui, pola produksi ada tiga macam:
·         Pola produksi konstan
Merupakan pola produksi di mana jumlah produksi dari bulan ke bulan adalah sama atau relatif sama, Walaupun terdapat perubahan penjualan produk perusahaan dari satu bulan dengan bulan yang lain.
·         Pola produksi bergelombang
Merupakan pola produksi dimana jumlah produksi di setiap bulan mengalami perubahan sesuai dengan perubahan penjualan, sedangkan jumlah persediaan barang jadi adalah stabil atau tetap.
·         Pola produksi moderat
Merupakan suatu pola produksi dimana jumlah produksi di setiap bulan selalu mengalami perubahan, namun perubahan ini tidak akan sebesar perubahan penjualan produk yang ada. Perubahan penjualan produk akan diserap secara bersama-sama di dalam perubahan jumlah produksi dan persediaan barang jadi. Manajemen perusahaan akan berusaha untuk mengadakan pemilihan pola produksi yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi dari perusahaan tersebut.
  1. Anggaran Bahan Baku
Apabila anggaran produksi telah disusun, maka anggaran bahan baku telah dapat disusun pula. Penyusunan anggaran bahan baku akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah mengidentifikasi tingkat penggunaan bahan baku atau yang disebut dengan material usage rate. Apabila tingkat penggunaan bahan baku ini telah diketahui, maka dengan mempergunakan data anggaran produksi (dimana diketahui jumlah yang akan diproduksi selama satu periode) maka akan dapat disusun jumlah unit kebutuhan bahan baku untuk keperluan proses produksi. Setelah itu baru kemudian diperhitungkan besarnya jumlah unit kebutuhan bahan baku yang akan dibeli. Jumlah unit bahan baku yang akan dibeli akan sama dengan besarnya jumlah unit kebutuhan bahan baku untuk proses produksi ditambah atau dikurangi dengan selisih yang terjadi antara persediaan awal dengan rencana persediaan akhir dari bahan baku yang akan dipergunakan tersebut. Apabila persediaan awal bahab baku ternyata lebih besar dari rencana persediaan akhir, maka besarnya pembelian bahan baku akan sama dengan kebutuhan bahan baku untuk proses produksi dikurangi dengan selisih persediaan awal dengan persediaan tersebut, begitu pula sebaliknya. Dengan dasar kebutuhan bahan baku yang akan dibeli ini maka manajemen perusahaan akan dapat memperhitungkan berapa besarnya dana yang diperlukan di dalam pembelian bahan baku untuk keperluan proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan

  1. Anggaran Tenaga Kerja Langsung.
Tenaga kerja langsung adalah tenaga manusia yang bekerja langsung dalam pengolahan produk. Sedangkan tenaga kerja tak langsung adalah tenaga kerja manusia yang ikut membantu penyelesaian produk. Anggaran tenaga kerja langsung meliputi taksiran keperluan tenaga kerja yang diperlukan untuk memproduksi jenis dan berapa banya kuantitas produk yang direncanakan dalam anggaran produksi. Rumus yang digunakan untuk menyusun anggaran biaya tenaga kerja langsung (BTKL) atau biaya tenaga kerja langsung standar (BTKLSt) sebagai berikut :
Anggaran BTKL = JKSt x TUSt atau P x BTKLSP
  1. Anggaran Biaya Overhead Pabrik.
Biaya Overhead Pabrik merupakan komponen ketiga di dalam
penyusunan perhitungan besarnya harga pokok produksi. Biaya
overhead pabrik terdiri dari seluruh biaya yang terjadi di dalam pabrik
kecuali biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
  1. Anggaran Persediaan
Anggaran persediaan merupakan anggaran yang merencanakan secara
terperinci berapa nilai persediaan pada periode yang akan datang. Pada
perusahaan manufaktur persediaan yang ada terdiri dari 3 jenis, yakni
persediaan material, persediaan barang setengah jadi, persediaan
barang jadi.

  1. Anggaran Biaya Non Produksi
Anggaran Biaya non Produksi merupakan sruktur terinci yang tidak        termasuk dalam biaya-biaya produksi. Selain itu biaya non produksi ini hanya sebagai penunjang kegiatan produksi sehingga tidak akan mempengaruhi penjualan yang sudah dianggarkan dan kebutuhan persediaan.
  1. Anggaran Pengeluaran Modal
Anggaran Pengeluaran Modal merupakan anggaran yang mengumpulkan laba sebanyak-banyaknya dengan mengeluarkan semua aktiva atau modal yang dimiliki. Oleh karena itu dalam anggaran ini harus sangat teliti dalam mengambil keputusan untuk menghindari kerugian yang sangat besar.
  1. Anggaran Kas
Anggaran Kas merupakan anggaran yang sederhana menunjukkan saldo awal kas, ditambah kas masuk yang diantisipasi lebih, dikurangi pengeluaran kas yang diantisipasi, saldo kas lebih atau kurang maupun yang akan mungkin perlu dipinjam.
  1. Anggaran Rugi-Laba
Anggaran Rugi-Laba merupakan hasil akhir dari semua anggaran operasional seperti penjualan, harga pokok penjalan, biaya komersil dan biaya adminstrasi dan keuangan diringkas dalam laporan laba-rugi dianggarkan.

  1. Anggaran Neraca
Anggaran Neraca adalah neraca yang memberikan gambaran saldo akhir aktiva, utang, dan modal yang diantisipasi jika rencana yang dianggarkan terlaksana dengan baik.

  1. Anggaran Perubahan Posisi Keuangan
Anggaran Perubahan Posisi Keuangan adalah memuat mengenai rencana perubahan aktiva, utang, dan modal perusahaan selama periode yang dianggarkan untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan.



Thursday, December 4, 2014

Review Jurnal Teknologi Informasi yang Berhubungan Dengan Akuntansi

Saya akan Review Jurnal mengenai “PENGARUH KECANGGIHAN TEKNOLOGI INFORMASI, PARTISIPASI MANAJEMEN, DAN PENGETAHUAN MANAJER AKUNTANSI PADA EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI” yang dibuat oleh Kadek Indah Ratnaningsih dan I Ngurah Agung Suaryana. Dan anda juga dapat melihat lebih jelasnya di link berikut : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=143146&val=986
Di jurnal tersebut, saya akan mereview kelebihan, kekurangan dan kesimpulan saya dari jurnal tersebut.

1.       1.  Penjabaran Jurnal
Judul jurnal yang diambil adalah Pengaruh Kecanggihan Teknologi Informasi, Partisipasi Manajemen, dan Pengetahuan Manajer Akuntansi pada Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi.  agar lebih jelas anda dapat melihat link yang sudah saya beri.

Pengaruh Kecanggihan Teknologi Informasi, Partisipasi Manajemen, dan Pengetahuan Manajer Akuntansi pada Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

ABSTRAK
Efektivitas sistem informasi akuntansi merupakan suatu keberhasilan yang dicapai oleh sistem informasi akuntansi dalam menghasilkan informasi secara tepat waktu, akurat, dan dapat dipercaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecanggihan teknologi
informasi, partisipasi manajemen, dan pengetahuan manajer akuntansi terhadap efektivitas
sistem informasi akuntansi. Penelitian ini dilakukan pada hotel berbintang di Kabupaten
Badung. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 44 manajer akuntansi
pada hotel bintang tiga dan empat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil Penelitian menunjukkan kecanggihan teknologi informasi, partisipasi manajemen, serta pengetahuan manajer akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi (SIA).

Kata Kunci : kecanggihan teknologi informasi, partisipasi manajemen, pengetahuan manajer
akuntansi, efektivitas sistem informasi akuntansi

2.    2.    Review Jurnal
Dalam jurnal tersebut, dapat kita lihat kelebihan dan kekurangannya seperti berikut.

            Kelebihan :
v  Memberikan kemudahan bagi karyawan dalam melakukan pemrosesan data.
v  Informasi akuntansi dapat membantu manajemen untuk memperjelas tugas-tugas mereka sebelum mengambil keputusan.
v  Keefektifan sistem informasi akuntansi dapat mengukur keunggulan daya saing yang dapat diciptakan oleh perusahaan.


Kekurangan :
v  Untuk menerapkan teknologi informasi didalam bidang akuntansi, sebuah perusahaan harus mengeluarkan dana yang besar.
v  Para karyawan harus bisa mengikuti perkembangan yang telah ada.
v  Dengan berkembangnya teknologi informasi dalam bidang akuntansi, muncul pula berbagai tindak kejahatan baru dalam dunia komputer.


KESIMPULAN
Pada jurnal yang telah dibuat, dapat di simpulkan bahwa kecanggihan teknologi informasi, partisipasi manajemen, dan pengetahuan manajer akuntansi memberikan pengaruh yang positif dan signifikan pada efektivitas sistem informasi akuntansi. Perusahaan yang memiliki kecanggihan teknologi informasi, partisipasi manajemen, dan pengetahuan manajer yang tinggi akan meningkatkan efektivitas sistem informasi akuntansi perusahaan. Selain dampak positifnya, ada juga dampak negatif dari munculnya perkembangan teknologi, yaitu para karyawan dan manajer harus up-to-date dengan teknologi yang terbaru , agar perusahaan akan tetap maju.


Thursday, November 27, 2014

Produk Indonesia "TERRY PALMER"

Terry Palmer adalah merek handuk buatan dalam negeri. Meski produksi Indonesia, nama Terry Palmer sudah diakui di kancah internasional dan dunia. Bahkan pada 1988 sudah dipasarkan di Jepang, Eropa, dan Amerika. Produk ini tidak hanya mengedepankan fashion, tapi  kemewahan dan kelembutan.

Salah satu produk terbaik adalah Luxury Bath Collection. Handuk ini terbuat dari katun mesir dengan paduan koleksi batu Swarovski yang menambah unsur kelembutan bagi pemiliknya.

Perusahaan ini berkomitmen menjadi industri handuk kelas dunia dengan meningkatkan mutu produk dan ekspansi pasar. Terry Palmer mengutamakan kualitas, kenyamanan dan gaya.

Terry Palmer terbuat dari 100% Combed Cotton untuk kelembutan ekstra mewah dan daya serap maksimal. Terry Palmer adalah handuk mewah yang sempurna untuk kulit indah Anda. Untuk menjaga kualitas produk perusahaan ini mengutamakan unsur kesehatan dengan memperhatikan bahan yang higienis dan anti bakteri. Hal tersebut bertujuan melindungi para konsumennya.

Terry Palmer juga kerap mengampanyekan untuk mencuci handuk tiga kali sehari. Handuk yang dipakai memicu berkembang biaknya bakteri, kuman dan jamur yang menyebabkan permasalahan kulit serta bau tidak sedap. Untuk ke depannya, Terry Palmer mempunyai target untuk menjadi produk handuk yang dipakai secara luas di Indonesia dan masyarakat dunia. 
Handuk Terrry Palmer adalah salah satu handuk terbaik di Indonesia karena target pasarnya adalah export sehingga mereka tidak main main dengan kualitas.

Handuk Terry Palmer memiliki beberapa jenis product seperti Terry Palmer Premium, Terry Palmer Concept, Terry Palmer Exclusive, Pio Terry Palmer khusus untuk handuk anak dan kimono terry palmer. Untuk ukurannya tersedia mulai dari handuk muka, handuk sedang / sport, handuk mandi dan handuk pantai.

Handuk Terry Palmer Premium


memiliki koleksi yang terbanyak untuk kategori handuk motif. Tersedia dalam ukuran 70×140 dan beragam motif. Dengan gramasi 500-650 membuat handuk ini sangat cocok untuk dijadikan koleksi pribadi atau sebagai souvenir handukuntuk kerabat anda.


Handuk Terry Palmer Concept 


secara khusus dirancang bagi mereka eksekutif muda yang kreatif, yang energik dan tidak takut untuk mencoba hal baru dalam hidup. Interaksi warna yang harmonis disempurnakan oleh kelembutan menakjubkan dari handuk Terry Palmer Concept. Terry Palmer Concept benar-benar menunjukkan warna sejati Anda.

Menteri Kelautan dan Perikanan "SUSI PUJDIASTUTI"






Susi Pudjiastuti lahir di Pangandaran15 Januari 1965. Sekarang beliau berumur  49 tahun. Beliau adalah seorang Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019 yang juga pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat. Hingga awal tahun 2012, Susi Air mengoperasikan 50 pesawat dengan berbagai tipe seperti 32 Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-6 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 180 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.
                Keluarga Susi memiliki usaha ternak, memperjualbelikan ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya adalah Haji Ireng, yang dikenal sebagai tuan tanah di daerahnya. Setelah mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP, Susi melanjutkan pendidikannya ke SMA Negeri 1 Yogyakarta, namun berhenti di kelas 2 karena dikeluarkan dari sekolah akibat keaktifannya dalam gerakan Golput.
                Seputus sekolah, Susi menjual perhiasannya dan mengumpulkan modal Rp.750.000 untuk menjadi pengepul ikan di Pangandaran pada tahun 1983. Bisnisnya berkembang hingga pada tahun 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster yang diberi merek "Susi Brand." Bisnis pengolahan ikan ini pun meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika. Karena hal ini, susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut produk hasil lautnya dalam keadaan masih segar.
Pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp20 miliar menggunakan pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna itu adalah Susi Air. Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami Aceh melanda Aceh dan pantai barat Sumatera pada 26 Desember 2004, Cessna Susi adalah pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di daerah terisolasi. Peristiwa itu mengubah arah bisnis Susi. Di saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi menyewakan pesawatnya itu yang semula digunakan untuk mengangkut hasil laut untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, maka perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di BalikpapanJawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 32 pesawat Cessna Grand Caravan, 9 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat Diamond Twin star. Sekarang Susi Air memiliki 49 dan mengoperasikan 50 pesawat terbang beragam jenis.
                Susi Pudjiastuti ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yang ditetapkan secara resmi pada 26 Oktober 2014. Sebelum dilantik, Susi melepas semua posisinya di perusahaan penerbangan Susi Air dan beberapa posisi lainnya, termasuk Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan serta PT ASI Pudjiastuti Aviation yang bergerak di bidang penerbangan untuk menghindari konflik kepentingan antara dirinya sebagai menteri dan sebagai pemimpin bisnis. Selain itu, alasan lain Susi melepas semua jabatannya adalah agar dapat bekerja maksimal menjalankan pemerintahan, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.
Saat pelantikan, Susi menuai kontroversi karena kedapatan menghisap sebatang rokok dan memiliki tato, sesuatu yang tidak lazim dimiliki oleh menteri Indonesia. Atas tindakannya ini, Susi mendapatkan baik pujian dan kritikan di media sosial.
Menurut pendapat saya, seorang ibu Susi pantas saja menjadi seorang Menteri Kelautan dan Perikanan. Karena beliau sudah lama berkecimpung di dunia kelautan sejak kecil, dan beliau juga seorang yang tegas. Seharusnya masyarakat yang kurang setuju dengan dipilihnya Ibu Susi jangan memandang sebelah mata saja. Jangan hanya melihat orang dari sisi negatifnya, tetapi kita harus bisa melihat sisi positifnya juga. Menurut saya kinerja Ibu Susi sudah tidak diragukan lagi, terlihat dalam usaha yg digelutinya dulu dapat berkembang dengan baik. Saya harap ibu susi dapat memajukan Kelautan dan Perikanan di Indonesia.



Analisis STP Rumah Makan Bakso Menjerit

              
        Bakso Menjerit adalah nama rumah makan yang sangat cocok bagi orang yang menyukai makanan pedas. Karena di rumah makan ini sudah tersedia bakso dan mi ayam dengan tingkat kepedesan yang luar biasa.

Segmentasi :
Demografi, penjualan rumah makan ini ditujukan untuk para penduduk dalam negeri maupun luar negeri. Makanan ini juga tidak mengandung pengawet sehingga baik dan aman untuk semua kalangan. Mulai dari anak – anak hingga usia lanjut juga dapat menikmati makanan yang terjual di rumah makan ini.

Targetting :
Target dari rumah makan ini adalah para pria dan wanita yang mencintai makanan – makanan yang pedas. Umumnya dari usia remaja - dewasa. Karena kebanyakan yang datang kesini para mahasiswa/i, maka rumah makan ini dikenal cepat oleh masyarakat hanya dengan mulut ke mulut saja.

Positionning :


Setiap orang yang membuka suatu usaha pasti menginginkan usahanya dapat berkembang dengan cepat. Maka rumah makan ini membuat  slogan yg berbeda dari rumah makan yg lain. Berikut ini adalah SLOGAN dari Rumah Makan Bakso Menjerit  :
"HARI INI BAYAR, BESOK GRATIS"

Thursday, October 16, 2014

"Rumah Makan Bakso Menjerit"

Hai kita jumpa lagi nih, sekarang saya dapet tugas ketigaaa...haha
Sekarang  saya akan memposting impian saya dalam membuka suatu usaha. Hmm.... pengennya sih bikin usaha yang kedepannya bakalan tetep banyak diminati oleh masyarakat semua. Kan rata – rata anak kecil sampai anak gede, bahkan orang tua pun semua menyukai bakso. Oleh karena itu, saya kepingin  membuat usaha makanan yang berbeda dengan makanan – makanan yang lain. yap saya ingin membuat rumah makan bakso. Dan saya berinama dengan sebutan  “RM. BAKSO MENJERIT”  kenapa menjerit?? Anda penasaraaann?? Ayoo datang langsung kesini... 


Saya membuka usaha ini dengan memilih lokasi yang tidak susah untuk ditemukan,karena lokasi RM. Bakso Menjerit ini berada di daerah Tebet. Saya memilih lokasi ini karena tempatnya yang strategis. Dan memberi nama Bakso Menjerit karena didalam baksonya ada campuran – campuran yang berbeda dari bakso yang lain. Biasanya setiap bakso isinya hanya daging urat, telur dan kosongan. Tapi kalau disini tidak hanya itu saja, didalam baksonya sudah diberi sesuatu yang dapat membuat pembeli MENJERIT – JERIT... Daaannn di Rumah Makan ini terdapat tingkat kepedasan dari baksonya juga loh.. tingkat kepedasan disini mulai dari level 1 hingga level 3. Satu porsinya terdapat 4 buah bakso. naahh... ini kita lihat gambarnya dibawah 




Di RM. Bakso Menjerit ini tidak hanya menyediakan bakso saja. Selain bakso, disini juuga terdapat minuman – minuman yang segar dan hangat, dan terdapat Mi Ayam Ceker. Mi ayam ceker ini juga tidak kalah enak dengan baksonya. Karena mi ayam ini juga terdapat tingkat kepedasannya. Satu porsi mi ayam hanya mendapat 2 ceker saja. Mi ayam nya mulai level 1 hingga level 2. Jika kalian hanya memiliki uang Rp 15.000, anda tidak perlu khawatir karena disini anda sudah dapat memesan makanan yang kalian inginkan beserta minumannya. Harga disini terjangkau untuk semua kalangan. Mulai dari harga Rp 12.000 hingga harga Rp 25.000. dan inilah mi ayam cekernyaa.. hmmm keliatan enak kan? bikin laper kan? ayoo datang kesinii... hehehe :p
                                        

Rumah Makan ini buka setiap hari mulai pukul 12.00 - 22.00 WIB. Selain menu yang berbagai macam, yang membuat Rumah Makan Bakso Menjerit ini beda dari yang lain juga terdapat dari pelayanan yang ada di Rumah Makan ini. Para pelayan baik pria maupun wanita semua menggunakan topi yang terbuat dari kertas dan ada gambar baksonya hheehe.. dan tempat makannya pun bernuansa biru muda dan dipadukan dengan soft pink. Disini juga tersedia wifii gratis,Waaaa  pasti enak kan buat anak muda yang suka nongkrong, cuman dengan mengeluarkan uang Rp 15 ribu rupiah sudah dapat makan, minum, dan ongkrong sepuasnya. Hehehe... saya berharap agar para pelanggan puas dengan menu - menu yang kami sajikan dan dengan suasana ditempat makannya.

Wednesday, October 8, 2014

ulasan pengusaha yang sukses




Dalam tugas kedua tentang ulasan pengusaha yang  sukses. Saya akan memberi ulasan  seorang pengusaha sembako, yang bernama Suroto. Ia lahir di Solo pada tanggal 4 April 1972, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Pada saat kecil ia bercita – cita ingin menjadi seorang Presiden. Namun karena tidak memiliki ijazah yang tinggi, maka pada akhirnya beliau memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha sembako yang berada di Bekasi. Awal mula beliau merintis karirnya, sehabis lulus jenjang SMA ia memberanikan diri untuk merantau ke Jakarta bersama ketiga temannya. Tempat yang mereka tuju adalah Depok. Tepatnya di Jalan Margonda Raya. Pada tahun 1989 mereka bertiga mencoba  bekerja menjadi buruh di sebuah pabrik ciki. Tetapi mereka bertiga bekerja disana hanya berjalan 2 tahun, karena pabrik tersebut terbakar. Setelah pabrik tersebut terbakar, mereka bertiga masih mencari pekerjaan lagi. Namun kedua temannya memutuskan untuk pulang kembali ke Solo dan ingin memulai karirnya disana. Tetapi lain halnya dengan bapak Suroto. Beliau memilih untuk tetap tinggal di Jakarta, karena beliau memiliki keyakinan yang kuat akan berhasil jika tetap di Jakarta.

Pada tahun 1991 ia kembali merantau. Tetapi bukan di daerah Depok, melainkan di daerah Pondok Gede, Bekasi. Disana ia bekerja sebagai kuli bangunan selama 6 bulan. Setelah 6 bulan berlalu, beliau menginginkan pekerjaan yang lain. Dan ia memutuskan untuk berhenti menjadi kuli bangunan, dan memilih pekerjaan yang baru sebagai penjaga toko di Pondok Gede.  Selain menjadi penjaga toko, beliau sudah memulai usaha sembako yang masih kecil – kecilan. Usaha kecil – kecilan yang dibangunnya bermodal 5jt. Jadi di pagi hari beliau bekerja sebagai penjaga toko dan di malam hari beliau menjaga usaha yang sedang dibangunnya sendiri. Ia menjalani pekerjaan sebagai penjaga toko hanya berlangsung selama 12 tahun. Setelah itu ia mencoba menekuni usahanya sendiri.

Pada awal tahun 1995 beliau menemukan pasangan hidupnya. Tak lama setelah menikah, mereka langsung dikaruniai seorang anak perempuan. Mereka tinggal di Pondok Gede, Bekasi. Kemudian pada tahun 2002, usaha sembako  yang ditekuninya itu sudah mulai berkembang dengan baik.  Ia memilih usaha tersebut karena menurutnya prospek usaha untuk kedepannya sangatlah baik. Pada tahun 2004 usahanya sudah semakin meningkat, itu terbukti karena yang tadinya hanya sebuah toko klontong dan sekarang sudah berkembang menjadi  sebuah agen sembako. Sekarang beliau tidak lagi mengurus usahanya itu sendiri, sekarang beliau telah memiliki 6 karyawan. Beliau memperoleh keuntungan setiap bulannya mencapai 10 juta rupiah. Beliau sangat senang menjalani pekerjaannya sekarang, karena dengan usahanya sekarang Ia dapat menyekolahkan kedua anaknya dan dapat menyenangkan orangtuanya. Selain itu ia juga bangga karena dapat memperkerjakan orang , dengan cara tersebut ia dapat membantu orang itu. Tetapi usaha bapak Suroto tidak selalu berjalan mulus, beliau pernah mengalami pasang surut dalam usahanya tersebut. Ia pernah mengalami kerugian karena harga barang sembako yang sedang naik turun.

Selama menjalani usaha sembako, bapak Suroto juga merintis usaha bakso. Usaha bakso yang dijalaninya juga sudah berkembang dengan baik. Meskipun usaha sembako dan bakso nya belum memiliki cabang, tetapi beliau sudah mendapatkan peghasilan yang cukup banyak perbulannya. Sampai sekarang ia masih tetap turun tangan di toko sembakonya walaupun disana sudah ada karyawan. Dan hingga saat ini ia tidak pernah menyesal menjadi seorang wirausaha dan tidak lupa selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepadanya.

yaaa... sekian ulasan pengusaha sukses dari Bapak Suroto, semoga bermanfaat bagi yang baca yaa hehehe..^^